Universitas Negeri Surabaya mengembangkan inovasi batik bernama BANESA (Batik Tanah UNESA) yang menggunakan tanah sebagai pewarna alami kain batik. Inovasi ini diciptakan oleh Dr. Irma Russanti, S.Pd., M.Ds. melalui penelitian yang dimulai sejak tahun 2012–2013 dengan menguji berbagai jenis tanah dari beberapa daerah di Jawa Timur, seperti Bangkalan, Lamongan, Malang, dan Pamekasan.
Keunggulan utama BANESA adalah penggunaan pewarna tanah yang ramah lingkungan, menghasilkan warna alami yang khas dan unik sesuai karakteristik tanah yang digunakan. Selain itu, kain batik yang dihasilkan lebih nyaman dipakai karena mampu menyerap keringat dengan baik. Setiap produk memiliki karakter warna yang berbeda sehingga bersifat eksklusif atau limited edition. BANESA telah memperoleh hak kekayaan intelektual (HAKI) dan mengembangkan puluhan motif batik yang terinspirasi dari budaya lokal maupun kekayaan alam Indonesia. Produk ini juga diproduksi melalui kolaborasi dengan berbagai UMKM untuk mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat serta pelestarian budaya batik Indonesia.

Produk ini memiliki keterkaitan yang kuat dengan konsep sustainability (keberlanjutan) karena menggunakan bahan pewarna alami yang lebih ramah lingkungan dibandingkan pewarna sintetis, mengurangi limbah kimia, serta mendukung pelestarian sumber daya lokal dan ekonomi masyarakat. Dengan menggabungkan inovasi, budaya, dan kepedulian terhadap lingkungan, BANESA menjadi contoh penerapan ekonomi kreatif berkelanjutan yang mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
Singkatnya, Batik Tanah UNESA (BANESA) merupakan inovasi batik ramah lingkungan yang memanfaatkan tanah sebagai pewarna alami, menggabungkan hasil riset akademik, pelestarian budaya, dan pemberdayaan UMKM dalam satu produk batik khas Indonesia.
CP: irmarussanti@unesa.ac.id